Dahaga Spanyol akan gelar juara Piala Eropa terpuaskan. Menghadapi Jerman di final Euro 2008, satu dari banyak peluang mereka sukses jadi gol dan “Matador” pun menang 1-0 atas “Der Panzer”.
“gara-gara gol dari El Nino inilah yang membuat petaka Jerman”
“Sang pahlawan digantikan Daniel GUiza”Kali terakhir Spanyol merajai Eropa sudah lama berselang, yakni pada tahun 1964 silam. Butuh 44 tahun buat mereka untuk akhirnya kembali berjaya kini. Kemenangan kian manis buat Spanyol karena mereka belum pernah terkalahkan di putaran final Euro 2008 ini.
Tampil di Stadion Ernst Happel, Senin (30/6/2008) dinihari WIB, Iker Casillas dkk tampil relatif menguasai alur permainan dan juga lebih banyak melepaskan tendangan ke arah gawang Jerman.
Berkali-kali kiper Jens Lehman dipaksa berjibaku mengamankan gawangnya dari serangan Spanyol. Namun satu gol Fernando Torres di menit 33 cukup buat tim Luis Aragones untuk mengunci kemenangan.
Dari umpan terobosan Xavi, Torres yang coba dikawal Phillip Lahm merangsek masuk ke kotak penalti Jerman. Lahm tak kuasa menahan, Lehmann menerjang ke depan. Tapi Torres dengan tenang menyontek bola melewati hadangan Lehmann.
Mr Joachim :”tenang poldi,lain kali kita balas tim Banteng Overdomeh itu!!”
“hehe..aneh bin ajaib Pepe Reina hamil sewaktu Spanyol resmi juara!!“
Susunan Pemain:
Jerman: 1-Jens Lehmann; 3-Arne Friedrich, 17-Per Mertesacker, 21-Christoph Metzelder, 16-Philipp Lahm (Marcell Jansen ’46); 7-Bastian Schweinsteiger, 8-Torsten Frings, 13-Michael Ballack, 15-Thomas Hitzlsperger (Kevin Kuranyi ’57), 20-Lukas Podolski; 11-Miroslav Klose (Mario Gomez ’78)
Pelatih: Joachim LoewSpanyol: 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 5-Carles Puyol, 4-Carlos Marchena, 11-Joan Capdevila; 19-Marcos Senna; 6-Andres Iniesta, 8-Xavi, 10-Cesc Fabregas (Xabi Alonso ’63), 21-David Silva (Santi Cazorla ’65); 9-Fernando Torres (Dani Guiza ’78)
Pelatih: Luis Aragones
![]()
Villa Paling Haus Gol
Tidak tampil di partai final menjadi kekecewaan tersendiri bagi David Villa. Kenyataan itu membuat striker Valencia itu tidak bisa membantu Spanyol dalam meraih gelar juara untuk pertama kalinya sejak 1964 menghadapi Jerman di Ersnt Happel Stadion, Minggu (29/06) atau Senin dinihari-WIB.
Selain dari pada itu jumlah raihan golnya juga masih mungkin terkejar oleh para pesaingnya. Tapi pada kenyataan Villa bisa berlega hati. Meski absen akibat cedera paha selepas melakukan tendangan bebas ketika menghadapi Rusia di babak semifinal, Spanyol mampu menjaga konsistensi permainan dan juga catat mental bertanding.
Spanyol menjungkalkan Jerman dengan skor tipis 1-0 lewat gol Fernando Torres. Villa bernafas dua kali kali karena Torres bukan pesaing yang mengintai dengan jumlah gol yang tipis. Empat gol yang dilesakkan sudah cukup mengantar Villa dengan gelar “sepatu emas” di Euro 2008. Dua gawang saja yang menjadi korban Villa. Pertama, hat-trick ke gawang Rusia di pertandingan perdana Grup D pada Selasa, 10 Juni, dan satu gol ke gawang Swedia selang empat hari kemudian.
Hat-trick Villa merupakan raihan pertama sejak Euro 2000 yang dibukukan striker Belanda, Patrick Kluivert ke gawang Yugoslavia di bbak perempat final. Villa menjadi pemain ketujuh yang mencetak hat-trick di putaran final.
Pesaing terdekatnya yang memiliki peluang terbesar menyamai atau melampaui raihannya yakni Lukas Podolski yang mengemas tiga gol. Torres dengan satu gol tambahan hanya mampu total menjebol gawang dua kali. Raihan yang sama dicatat kompatriot mereka, Daniel Guiza. Di kubu Jerman peroleh dua gol dibukukan Michael Ballack, Bastian Schweinsteiger dan Miroslav Klose.
Jumlah gol Villa lebih sedikit satu gol dibanding raihan tiga turnamen sebelumnya. Alan Shearer (Inggris) di Euro 1996, Patrick Kluivert (Belanda) dan Savo Milosevic (Yugoslavia) di Euro 2000, serta Milan Baros (Republik Ceska) di Euro 2004. Tapi lebih baik dibanding Euro 1992 dimana gelar top skorer dikuasai oleh Dennis Bergkamp (Belanda), Thomas Brolin (Swedia), Henrik Larsen (Denmark) dan Karl-Heinze Riedle (Jerman) yang sama-sama mengemas tiga gol.
Top Skorer Euro 2008:
David Villa–Spanyol (4)
Roman Pavlyuchenko–Russia (3)
Lukas Podolski–Jerman (3)
Hakan Yakin–Swiss (3)
Semih Şentürk–Turki (3)
Andrei Arshavin–Rusia (2)
Michael Ballack–Jerman (2)
Miroslav Klose–Jerman (2)
Bastian Schweinsteiger–Jerman (2)
Daniel Güiza–Spanyol (2)
Fernando Torres–Spanyol (2)
Zlatan Ibrahimović–Swedia (2)
Ivan Klasnić–Kroasia (2)
Nihat Kahveci–Turki (2)
Arda Turan–Turki (2)
Wesley Sneijder–Belanda (2)
Ruud van Nistelrooy–Belanda (2)
Robin van Persie–Belanda (2)






















Recent Comments