Nenek Moyang MP3 ada Di Prancis

Leave a comment

Proses merekam suara agar bisa diputar kembali telah banyak berevolusi hingga teknologi yang sekarang populer seperti MP3. Ahli purbakala ternyata telah menemukan rekaman suara tertua di dunia di Perancis. Rekaman suara ini diyakini dibuat belasan tahun sebelum Thomas Edison menemukan phonograf (alat perekam suara pertama di dunia).

First Sounds, kelompok ahli sejarah suara Amerika Serikat (AS) yang menemukan dan memutar ulang rekaman ini mengungkapkan bahwa rekaman tersebut dibuat pada tanggal 9 April 1860 oleh penemu Perancis, Edouard-Leon Scott de Martinville.

phonautograph alat rekam tertua

Rekaman tersebut dibuat dengan sebuah alat yang disebut phonautograph yang memindahkan gelombang suara ke dalam selembar kertas yang dihitamkan dengan asap lampu minyak. Untuk memutar ulang suara itu, para ahli membuat pemindaian digital beresolusi sangat tinggi untuk kertas tersebut.

Para ilmuwan menggunakan pencitraan optis dan teknologi virtual untuk membaca hasil rekaman tersebut. Proses perbaikan dilakukan terus untuk menghilangkan suara statis dan hasilnya, pada 3 Maret 2008, terdengarlah rekaman seseorang bernyanyi: ‘Au clair de la lune, Pierrot repondit’, sebuah lagu Perancis yang jika diterjemahkan berbunyi: ‘dengan berkas sinar bulan, Pierrot menjawab.’

“Menurutku, penemuan ini tidak berpengaruh apa-apa pada status penemuan Thomas Edison. Selama ini Thomas Edison dikenal sebagai orang pertama yang merekam suara. Namun, lebih tepatnya Edison adalah orang pertama yang merekam suara dan memutarnya kembali,” ujar David Giovannoni, peneliti di First Sounds.

Menurut Giovannoni, sebelum penemuan ini rekaman suara tertua di dunia berasal dari tahun 1888. Sedangkan rekaman ini tertanggal 1860. Rekaman suara tertua di dunia ini dapat dilihat di situs ini

Sandra dewi Takut Darah

Leave a comment

sandra dewi

Aktris Sandra Dewi suka melahap makanan ekstrim seperti daging buaya dan monyet. Meski begitu, bukan berarti Sandra seorang pemberani. Melihat darah saja, ia takut.

Sandra takut melihat darah saat ia melihat secara langsung proses operasi katarak yang dalam sebuah bakti sosial untuk masyarakat kurang mampu di pesisir Jakarta. “Aku sampai bengong melihatnya. Tapi giliran aku tanya sama si pasien, dia malah bilang nggak sakit. Soalnya itu dibius lokal. Aku aja ngelihatnya jadi parno, apalagi matanya sampai berdarah-darah,” ujar gadis bermata indah itu

Meski mengaku takut darah, bintang sinetron ‘Cinta Indah’ itu tetap antusias melihat jalannya operasi. Beberapa kali Sandra terlihat berbincang dengan dokter.

Keberanian Sandra untuk melihat proses itu karena dirinya merasa ada hubungan dekat dengan masyarakat pesisir. “Karena aku juga orang yang dekat dengan pantai, dulu rumahku di Bangka Belitung dekat pantai. Makanya aku harus peduli dengan orang-orang susah, kan mahal operasinya bisa sampai 3 jutaan,” katanya.

wah, lain kali jangan takut dengan darah lagi ya..mbak ^_^

World Silent day..Gak Berhasil?

Leave a comment

hmm nampaknya mesti dipertanyakan nih..kenapa sih kok gak bisa berhasil.
Padahal sebenernya sangat berguna dan berarti sekali kalau pada tanggal 21 Maret kemarin,
hanya menyisihkan waktu selama 4 jam saja untuk hening sejenak.

Dan mungkin efeknya akan sangat luar biasa sekali kan?..
bayangkan saja dengan hanya menyisihkan waktu 4 jam tanpa menggunakan alat2 listrik,
kendaraan bermotor dsb..mungkin tiap individunya bisa mengurangi polusi sebanyak +/- 1 ton.
hmm kalo semua orang melakukannya mungkin bumi kita bisa sedikit benapas lega ya..

Yah emang dalam pelaksanaannya ada yang pro dan juga ada yang kontra…
tapi mungkin aja hanya beberapa sektor aja yang gak terima dengan perlakuan hari hening ini.
Trus harusnya gimana dong???…emang segala sesuatu yang menuju kebaikan itu selalu saja ada halangannya.Dan mungkin sebaiknya sebelumnya bisa juga dilakukan dari diri kita sendiri.

KaLo menurut loe gimana??…mo ikutan?…

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.